Standar Keamanan Pangan BRC

Markco Internasional

25 November 2020

No Comments

Private Standard yang Berhasil Mendunia

Tidak bisa dipungkiri lagi topik pembahasan keamanan pangan adalah hal yang selalu saja hangat dibicarakan. Karena keamanan pangan atau yang lebih dikenal food safety ini bukan hanya tanggu jawab pemerintah dalam pembuatan regulasi saja, tetapi juga menjadi tanggung jawab pelaku usaha yang wajib mengimplementasikan standar-standar keamanan pangan yang telah di tetapkan oleh negara masing-masing.

 

Sistem atau aturan keamanan pangan yang diberlakukan di setiap negara bisa saja berbeda-beda tergantung konsidisi pola konsumsi dari masing-masing negara. Kita ambil contoh standar keamanan pangan terkait batas maksimal penggunaan bahan tambahan pangan (BTP) dari Benzena (Benzoic acid) untuk minuman berbasis air menurut Indonesia (BPOM) adalah 400 mg/kg (standar pangan BPOM, 2019) dan who adalah 10, 5 dan 1 μg / L (WHO, 2004). Hal ini membuktikan bahwa aturan keamanan pangan dari setiap negara bisa saja berbeda. Contoh berikutnya adalah bahaya allergen yang ditimbulkan oleh kacang-kacangan sebelumnya di Indonesia tidak begitu menjadi perhatian yang lebih. Tetapi di negara lain seperti contohnya Amerika, bahaya allergen sangat menjadi perhatian karena efek yang ditimbulka bisa menyebabkan kematian.

Seiring berjalannya waktu, setiap negara berlomba-lomba untuk mengekspor produk pangan mereka ke luar negeri untuk bersaing di era global. Oleh karena itu, sistem keamanan pangan di setiap negara semakin diperketat mengingat resiko yang akan ditimbulkan dalam proses transportasi produk dan juga adanya ketidaksesuaian standar dari satu negara dengan negara yang lain yang efeknya dapat membahayakan konsumen di negara bersangkutan. Jadi sudah menjadi sebuah kewajiban bagi setiap negara yang ingin memasukan produk pangannya ke luar negeri, harus mengikuti standar yang diakui oleh negara bersangkutan. Salah satu contohnya adalah BRC (British Retail Consortium). British Retail Consortium adalah standar keamanan pangan yang pertama kali ditetapkan oleh pengecer Inggris padan tahun 1998 dengan nama BRCGS (BRC-Global Standard) sebagai standar persyaratan untuk makanan, produk konsumen dan bahan kemasan.

 

Sistem keamanan pangan BRC sudah sangat populer. Diawali dengan sistem yang diakui oleh negara eropa, sekarang BRC sudah digunakan dan diakui di lebih dari 130 negara. Mengapa demikian? Karena BRC adalah standar yang telah diakui memenuhi tolak ukur GFSI (The Global Food Safety Initiative). Dengan pengakuan GFSI, dapat dipastikan bahwa standar BRC dapat diterima oleh banyak grup ritel dunia seperti contohnya wallmart, Costco, Target dan juga restoran layanan cepat saji terkenal seperti Subway, burger king, McDonalds. Kemapuan standar BRC untuk menyesuaikan terhadap perubahan masalah keamanan pangan dan juga BRC dikenal secara global di seluruh kategori pangan dan non-pangan dalam menjalankan skema sertifikasi pihak ketiga yang paling ketat. Selain itu, BRC sudah dianggap sebagai Tiket Dagang yang merupakan peluang besar untuk menunjukkan komitmen perusahaan terhadap keamanan, kualitas, dan legalitas pangan. Maka dari itu kemanan dan tingkat kepercayaan konsumen akan semakin meningkat.

Artikel ini ditulis oleh : Syadza Luthfiyyah
Dipublikasikan oleh : Nabila Puterianna

Leave a Reply