HACCP. VACCP, dan TACCP itu apa sih?

  1. HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) Disebut ‘hassup’. HACCP = keamanan pangan.
  2. VACCP (Vulnerability Assessment Critical Control Point) Disebut ‘vassup’. VACCP = pencegahan penipuan pangan bermotif ekonomi.
  3. TACCP (Threat Assessment Critical Control Point) Disebut ‘tassup’. TACCP = pencegahan ancaman berbahaya terhadap pangan, seperti sabotase, pemerasan atau terorisme. Jenis ancaman berbahaya ini juga disebut sebagai Pemalsuan yang Disengaja dalam Undang-Undang Modernisasi Keamanan Pangan AS. Di luar AS, TACCP lebih sering disebut ‘pertahanan pangan’.

 

HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point

 

HACCP adalah seperangkat prinsip yang dirancang untuk mengendalikan dan mencegah risiko keamanan pangan selama produksi pangan. Gagasan HACCP menjadi dasar dari setiap standar sistem manajemen keamanan pangan yang digunakan saat ini, termasuk standar keamanan pangan GFSI. HACCP tidak dimiliki atau diatur oleh organisasi mana pun. Prinsip-prinsip HACCP dikodifikasikan (ditulis) oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang merupakan bagian dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dalam satu set dokumen yang disebut Codex Alimentarius. Prinsip-prinsip HACCP dijelaskan dalam Lampiran dokumen Codex PRINSIP UMUM KEBERSIHAN PANGAN CAC/RCP 1-1969.

HACCP VACCP TACCP

VACCP dan TACCP

 

VACCP dan TACCP adalah istilah yang muncul pada dekade sebelumnya oleh badan standar, regulator pemerintah dan kelompok industri yang mulai mempertimbangkan metode untuk mencegah penipuan pangan dan perusakan berbahaya. VACCP adalah untuk penipuan pangan dan TACCP untuk pertahanan pangan.

 

Akronim dirancang untuk meningkatkan keakraban industri pangan dengan HACCP. Namun, ‘titik’ kontrol kritis dalam rencana VACCP dan TACCP, pada kenyataannya, tidak seperti ‘titik kontrol’ dalam rencana HACCP. Titik kontrol dalam rencana HACCP adalah langkah-langkah operasional dalam proses manufaktur; prosesnya umumnya linier dan ‘titik kontrol’ adalah proses operasional di mana produsen pangan dapat melakukan kontrol langsung.

 

Sebaliknya, tindakan yang diperlukan untuk mencegah gangguan yang disengaja dalam rantai pasokan pangan tidak berdasar pada serangkaian operasi linier. Istilah VACCP dan TACCP tidak lagi disukai dalam komunitas penipuan pangan dan pertahanan pangan. Istilah ini tidak direferensikan secara khusus dalam salah satu standar keamanan pangan GFSI, atau dalam FSMA AS. Kini menggunakan istilah yang disebut sebagai “Vulnerabilities to food fraud (Kerentanan terhadap penipuan pangan)” atau “threats of malicious tampering (ancaman perusakan berbahaya) (= Food Defense/ pertahanan pangan)”.

Artikel ditulis oleh : Lely Rahmawaty, S.TP, MP
Dipublikasikan oleh: Nabila Puterianna

Leave a Reply